Terlalu Banyak Konflik, Presiden Uber Hengkang Dari Perusahaan

KOMPAS.com – Presiden Uber, Jeff Jones, mengundurkan diri setelah baru enam bulan bekerja di perusahaan ride-sharing tersebut. Sumber dalam menyebut alasan Jones tidak yang lain karena banyaknya persoalan di tubuh perusahaan.

Masalah itu dimulai dari bergabungnya CEO Travis Kalanick ke dewan penasihat keuangan Donald Trump, hingga insiden pelecehan seksual yg menyebabkan Uber kehilangan pengguna.

Terlepas dari seluruh itu, Jones agaknya paling keberatan dengan rencana Kalanick buat memperkerjakan seorang Chief Operational Officer (COO). Hal tersebut dikatakan Kalanick dalam sebuah surat yg dibagi ke segala pegawai.

“Setelah kalian mengumumkan rencana merekrut COO, Jeff meragukan masa depannya di Uber,” kata Kalanick, sebagaimana dilaporkan Recode dan dihimpun KompasTekno, Senin (20/3/2017).

Advertisment

Jones pun seakan mengiyakan pernyataan Kalanick melalui pernyataan resmi yg tersebar secara umum.

“Sekarang jelas bahwa pendekatan kepemimpinan yg diterapkan pada karir aku tidak konsisten. Saya tidak mampu melanjutkan jabatan sebagai Presiden Uber,” ia menuturkan.

Diketahui, jabatan Presiden Uber yaitu jabatan eksekutif tertinggi kedua setelah CEO. Penambahan COO mulai memangkas peran dan wewenang Jones di perusahaan. Singkatnya, ia bakal milik beberapa petinggi, yakni CEO dan COO.

Mantan rekan kerja Jones mengaku tidak heran Jones akhirnya keluar dari Uber, meskipun pria tersebut yaitu salah sesuatu pegawai yg direkrut besar-besaran oleh Uber karena dianggap cemerlang.

“Jones tidak suka ada konflik,” begitu kata mantan rekan kerja Jones.

Belakangan ini konflik memang sedang bersahabat baik dengan Uber. Konflik pertama adalah bergabungnya CEO Uber, Travis Kalanick, di dewan penasihat keuangan Presiden AS, Donald Trump, dua ketika lalu. Uber didemo massa dan akhirnya kehilangan lebih dari 200.000 pengguna. Alhasil Kalanick memilih hengkang dari tim Trump.

Lantas muncul persoalan kedua, yakni laporan dari salah sesuatu mantan pegawai Uber yg menyebut perusahaan itu mengabaikan perkara pelecehan seksual yg menimpa dirinya.

Baca: Eks Karyawati Uber Curhat Pelecehan Seksual yg Dialaminya

Bukannya menyelidiki laporan dari mantan pegawai itu, Uber justru mengancam bakal memecat sang pegawai dengan laporan kinerja buruk. Sang pegawai pun menuliskan pengalamannya di internet dan tersebar luas. Lagi-lagi Uber kehilangan pengguna.

Belum lagi masalah-masalah lainnya seperti tuduhan pencurian desain, video Kalanick memaki supir Uber, serta protes dari supir Uber karena pendapatan mereka dipangkas.

Baca: Pertengkaran CEO Uber dengan Sopir Uber Terekam Kamera

Sumber:

http://tekno.kompas.com/read/2017/03/20/09321557/terlalu.banyak.konflik.presiden.uber.hengkang.dari.perusahaan