Nissan Indonesia Dipimpin Presdir Baru Dari Mitsubishi

Jakarta, KompasOtomotif – Produsen otomotif terbesar kedua Jepang, Nissan, mengumumkan sudah menunjuk Presiden Direktur baru PT Nissan Motor Indonesia (NMI), Eiichi Koito, yg mulai menggantikan Antonio Zara, tertanggal 1 April 2017.

Penugasan Antonio Zara atau biasa disapa Toti, cuma sesuatu tahun sejak pertama kali resmi menjabat NMI sejak 1 April 2016 lalu. Pria yang berasal Filipina ini, ditugaskan di tempat yang lain menjadi Senior Vice President, Transformation Project di Nissan Asia & Oceania.

Koito didatangkan ke Nissan dari Mitsubishi, di mana dirinya pernah menjabat sebagai pimpinan di PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB/Mitsubishi Indonesia) sebagai Operating Marketing Director, yg masa jabatannya habis di 2011 lalu.

Di NMI, Koito mulai bertanggung jawab bagi mengembangkan strategi bisnis, guna mengoptimalkan kinerja Nissan, termasuk mengelola pengenalan produk, dan secara signifikan meningkatkan kehadiran dan aksesibilitas merek Nissan dan Datsun.

Targetnya, bagi menjadi pemain penting sektor otomotif di Indonesia. Lebih dari itu Koito juga mulai bertanggung jawab buat menangani pabrik di Indonesia. 

“Eiichi Koito memiliki catatan konsistensi kinerja yg baik, serta pengalaman luas dalam industri otomotif dan di Mitsubishi. Pengalamannya menangani pasar Indonesia pada tugasnya terdahulu, mulai sangat menguntungkan,” ujar Yutaka Sanada, Regional Senior Vice President & Head of Operations Committee Nissan Asia & Oceania, dalam siaran resminya, Jumat (24/3/2017).

Eiichi Koito bergabung di Mitsubishi Corporation pada tahun 1994 dan pernah bekerja di sejumlah posisi kunci, termasuk perencanaan produk, penjualan dan pemasaran. Ia diperbantukan ke Mitsubishi Motors di 2014, dan ketika ini menjabat sebagai General Manager, Global After Sales Division, Global After Sales Planning Department dikantor pusat Mitsubishi Motors.

Penugasan baru ini, selain karena berpengalamannya di Indonesia, dapat jadi juga agar komunkasi antra Nissan dan Mitsubishi di Indonesia mampu gampang terjalin baik, dan tujuan aliansi mampu efektif berjalan, sehingga membuahkan keuntungan.

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*