Kronologi Penipuan Travel Umrah yang Dialami Adik Ayu Azhari

Pemilik perjalanan Umrah, Medina Zein Global Travelindo, Lukman Azhari dan istrinya Medina Zain, ditipu untuk mencapai miliaran rupiah oleh seorang pria bernama Herman yang merupakan manajernya di perusahaan perjalanan. Herman melakukan tiket umrah palsu, yang telah membuat puluhan peziarah ditinggalkan di Bandara Soekarno Hatta selama dua hari.

Medina Zein sebagai pemilik perjalanan Umrah menceritakan kronologi kejadian

“Kronologi adalah bahwa Herman tidak mempercayaiku selama 3 tahun di Medina Zein Tour Travel. Kemarin ada musim yang tinggi di bulan Desember ada banyak peziarah yang tidak bisa check-in karena tiketnya palsu,” Medina Zein bertemu di Daerah Tendean, Jakarta Selatan, Rabu (17/1/2017)

“Tetapi tiketnya asli, jemaat itu palsu. Jadi saya pikir mungkin dia ingin melarikan diri atau bagaimana, akhirnya jemaat kami tetap di hotel di bandara. Dua hari setelah kami berangkat,” Medina Zein melanjutkan.

Adik ipar Ayu Azhari melanjutkan, selain memalsukan tiket keberangkatan, Herman pelaku juga bermasalah dengan penginapan di Tanah Suci, di mana para peziarah tinggal selama Umrah. Jika dijumlah, kata Medina, kerugian bisa mencapai Rp. 10 milyar.

“Kami juga harus memesan hotel di Mekkah dan Madinah,” kata Medina Zein.

Madinah Indah Wisata Tempatnya Umroh Murah Di JAKARTA

Rupanya, Herman melakukan banyak penipuan. Satu per satu kejahatan itu terungkap. Banyak perusahaan yang bekerja dengan Madinah Zein Global Travelindo dibohongi oleh orang-orang yang bekerja sebagai pengelola operasi perjalanan Umrah.

“Ketika itu pada tanggal 23, tetapi banyak memalsukan file dokumen ke vendor lain, kerugian bisa menjadi Rp 7 miliar-Rp 10 miliar jika ditambahkan hingga hari ini,” kata Medina Zein.

Razman Nasution, sebagai pengacara untuk Medina Zein, mengatakan bahwa sekarang para pelaku telah ditangkap oleh Kantor Polisi Bandara Soekarno Hatta. Sebagai hasil dari tindakannya, Herman didakwa berdasarkan Pasal 263 KUHP tentang pemalsuan dokumen dan / atau Pasal 374 KUHP tentang penggelapan, dan Pasal 378 tentang penipuan dengan hukuman maksimal 6 tahun penjara.

“Para pelaku telah ditangkap setelah dilaporkan oleh jemaat mereka yang tidak bisa pergi ke Umrah. Sekarang para pelaku di Kantor Polisi Bandara,” kata Razman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*